Sihir Sarpakenaka

0
1960

Apresiasi seni ialah suatu proses penghayatan suatu karya seni yang dihormati serta penghargaan pada karya seni tersebut dan pembuatnya. Secara umum apresiasi seni bisa diartikan sebagai kesadaran menilai melalui cara menghayati suatu karya seni. Maka dari itu kami sebagai pelaku seni melakukan apresiasi di Teater Asap Sman 3 Madiun pada tanggal 23 Februari sebagai wujud kecintaan kita pada bidang seni. Pentas drama ini mengusung tema pewayangan serta kritik perilaku manusia jaman sekarang. Oleh karena itu, sutradara mereka menggabungkan sisi tradisional dengan sisi modern sehingga dapat diterima lebih mudah oleh penonton. “Saya memilih tema pewayangan karena sejak kecil saya memang sudah suka wayang sekaligus untuk mengkritik perilaku atau potret wanita-wanita yang senang membanggakan diri, senang kemewahan, mengobral cinta dalam arti yang besar, yang berarti mereka mewarisi sifat-sifat Sarpakenaka,” terang Sutradara Drama, Ony S. Pengangkatan tema ini bukan hanya berasal dari keinginan beliau saja melainkan beliau ingin memperlihatkan kekayaan Indonesia khususnya Pulau Jawa yang kaya akan kebudayaan tradisi seperti wayang dan tuntunan serta kritikan mengenai kekuasaan, pendidikan, kesehatan, dan wanita. Sehingga munculah ide untuk menampilkan pentas drama “Sihir Sarpakenaka”. Sihir Sarpakenaka tersebut, ujar Beliau, berasal dari buku-buku reverensi yang dibacanya. “Doa-doa yang dibacakan tadi itu asli, saya dapat dari berbagai reverensi yang saya baca. Jadi nanti kalau benar-benar ingin dicoba dengan lagu ya bisa jadi laki-laki atau wanita-wanita bisa kena sihirnya” ujar beliau.Dalam mempersiapkan Pentas Drama “Sihir Sarpakenaka” beliau mengatakan bahwa membutuhkan waktu 3 bulan latihan.“Waktu pelatihan sekitar 3 bulan, seminggu bisa 2-3 kali. Tapi dalam satu bulan terakhir, 3 kali latihan seminggu. Saat mendekati hari H, latihan dilakukan rutin setiap hari H. Jadi, sekitar 30-40 kali latihan,” ujar beliau.

Madiun, 23 Februari 2019

Pementasan Drama “Sihir Sarpakenaka” dilakukan 2 sesi pada sore dan malam hari. Antusias penonton semakin bertambah saat malam hari karena suasana yang mendukung untuk merasakan sensasi Sihir Sarpakenaka.“Saya rasa antusias penonton sudah membayar kesulitan-kesulitan dan latihan yang kami lakukan selama ini. Apalagi saat malam, suasana sangat mendukung untuk menonton drama ini jadi antusias penonton lebih pecah lagi dibanding sesi sore,” ucap Ketua Pelaksana, Bima Reza. Bima Reza selaku Ketua Pelaksana merasa takut jika mengecewakan penonton. Ia dan pemain lainnya merasa memiliki utang jika penonton merasa kecewa dengan pentas drama kali ini. Namun, semua itu kini tak menjadi masalah karena pemain sudah berusaha semaksimal mungkin dan penonton merasa senang dengan pementasan drama ini. Bima Reza berharap bahwa nanti adek kelas dapat meneruskan perjuangan kakak tingkatnya dan terus memiliki progres pertunjukan yang baik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY