DRAMA CORONA, PAGEBLUK ERA MILENIAL
Teringat kembali memori masa kecil bersama pak Puh dan bu
Puh, sebutan untuk kakek dan nenek dari ayah saya. Kami sekeluarga tinggal
serumah karena pak Puh dan bu Puh menginginkan ayah tetap di rumahnya...
PELAKSANAAN PENILAIAN AKHIR TAHUN PELAJARAN 2019-2020 KELAS X DAN XI SMA NEGERI 1 DOLOPO...
Menutup tahun pelajaran 2019-2020, diadakan evaluasi dalam
bentuk Penilaian Akhir Tahun untuk kelas X dan XI. Pelaksanaan PAT kali ini
berbeda dengan PAT tahun-tahun sebelumnya karena masih dalam kondisi darurat
wabah Covid-19 yang tak kunjung...
KOMEDI HOROR
Madiun, 28 Februari 2020
Kegiatan rutin yang diadakan Ekstra kami yang menampilkan Pentas Seni dari Junior Ekstra SENI & TEATER API dengan drama yang berjudul KOMEDI HOROR...
DIKLAT PPU SMAN 1 DOLOPO 2020
Pada hari Minggu tanggal 16 Februari 2020 ekstra PPU
mengadakan diklat penerimaan anggota baru angkatan XIX. Diklat ini merupakan
salah satu syarat pengesahan anggota baru PPU SMA NEGERI 1 DOLOPO.
TAK KENAL MAKA TAK SAYANG, SENI DAN TEATER API ANGKATAN 20
Ekstra Seni & Teater Api angkatan 20 SMAN 1 Dolopo
Tak Kenal Maka Tak Sayang itulah kata pepatah maka dari itu perkenalkan Kami Ekstra Seni & Teater...
BIDUAN RECEH
Madiun, 20 November 2019
Pentas Seni pada Penerimaan Tamu Ambalan kami mengambil cerita yang berjudul " BIDUAN RECEH" cerita ini mengisahkan seorang gadis desa yang ingin suskes menjadi...
LAST ACTION
Ini merupakan kegiatan terakhir kami Bersama kakak senior angkatan 19. kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pembina kami yang pertama Ibu Hj. Ratna Yuliani S.Pd yang kedua Bapak Primastyo Faris T S.Pd...
RASUK
Madiun, 27 Oktober 2019
Pada peringatan Disesnatalis SMAN 1 DOLOPO yang ke 33 kami Ekstra Seni & Teater Api menampilkan drama yang berjudul " RASUK" Yang menceritakan tentang...
Sihir Sarpakenaka
Apresiasi seni ialah suatu proses penghayatan suatu karya seni yang dihormati serta penghargaan pada karya seni tersebut dan pembuatnya. Secara umum apresiasi seni bisa diartikan sebagai kesadaran menilai melalui cara menghayati suatu karya seni. Maka dari itu kami sebagai pelaku seni melakukan apresiasi di Teater Asap Sman 3 Madiun pada tanggal 23 Februari sebagai wujud kecintaan kita pada bidang seni.
Pentas drama ini mengusung tema pewayangan serta kritik perilaku manusia jaman sekarang. Oleh karena itu, sutradara mereka menggabungkan sisi tradisional dengan sisi modern sehingga dapat diterima lebih mudah oleh penonton. “Saya memilih tema pewayangan karena sejak kecil saya memang sudah suka wayang sekaligus untuk mengkritik perilaku atau potret wanita-wanita yang senang membanggakan diri, senang kemewahan, mengobral cinta dalam arti yang besar, yang berarti mereka mewarisi sifat-sifat Sarpakenaka,” terang Sutradara Drama, Ony S.
Pengangkatan tema ini bukan hanya berasal dari keinginan beliau saja melainkan beliau ingin memperlihatkan kekayaan Indonesia khususnya Pulau Jawa yang kaya akan kebudayaan tradisi seperti wayang dan tuntunan serta kritikan mengenai kekuasaan, pendidikan, kesehatan, dan wanita. Sehingga munculah ide untuk menampilkan pentas drama “Sihir Sarpakenaka”. Sihir Sarpakenaka tersebut, ujar Beliau, berasal dari buku-buku reverensi yang dibacanya. “Doa-doa yang dibacakan tadi itu asli, saya dapat dari berbagai reverensi yang saya baca. Jadi nanti kalau benar-benar ingin dicoba dengan lagu ya bisa jadi laki-laki atau wanita-wanita bisa kena sihirnya” ujar beliau.Dalam mempersiapkan Pentas Drama “Sihir Sarpakenaka” beliau mengatakan bahwa membutuhkan waktu 3 bulan latihan.“Waktu pelatihan sekitar 3 bulan, seminggu bisa 2-3 kali. Tapi dalam satu bulan terakhir, 3 kali latihan seminggu.
Saat mendekati hari H, latihan dilakukan rutin setiap hari H. Jadi, sekitar 30-40 kali latihan,” ujar beliau.Pementasan Drama “Sihir Sarpakenaka” dilakukan 2 sesi pada sore dan malam hari. Antusias penonton semakin bertambah saat malam hari karena suasana yang mendukung untuk merasakan sensasi Sihir Sarpakenaka.“Saya rasa antusias penonton sudah membayar kesulitan-kesulitan dan latihan yang kami lakukan selama ini. Apalagi saat malam, suasana sangat mendukung untuk menonton drama ini jadi antusias penonton lebih pecah lagi dibanding sesi sore,” ucap Ketua Pelaksana, Bima Reza. Bima Reza selaku Ketua Pelaksana merasa takut jika mengecewakan penonton. Ia dan pemain lainnya merasa memiliki utang jika penonton merasa kecewa dengan pentas drama kali ini.
Namun, semua itu kini tak menjadi masalah karena pemain sudah berusaha semaksimal mungkin dan penonton merasa senang dengan pementasan drama ini. Bima Reza berharap bahwa nanti adek kelas dapat meneruskan perjuangan kakak tingkatnya dan terus memiliki progres pertunjukan yang baik.
Kegiatan Pemantapan Senior Ekstra Olahraga
Kegiatan Pemantapan senior Ekstrakurikuler Olahraga di Pantai Klayar Pacitan Kegiatan Pemantapan Senior di ikuti seluruh anggota ekstrakurikuler olahraga. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 November 2019. Kami seluruh anggota ekstrakurikuler Olahraga...
























